Page 131
P. 131
Travel | Jeddah 129
© Howard Davies / Alamy Stock Photo 3
untuk selalu menghargai warisan budaya pernah ditempati pendiri negara Arab
mereka yang luar biasa. Saudi modern, Raja Abdul Aziz, yang
Saya suka Jeddah karena tinggal di sini setelah penaklukan tahun
keragaman budayanya. Kekayaan sejarah Jeddah 1925—sebagian orang menilai inilah alasan
Di sini Anda bisa bertemu Di Al-Balad, Kota Tua Jeddah, terdapat sebenarnya bangunan tersebut direnovasi.
Sebelum ditempati Raja, Naseef House
rumah-rumah tua yang indah dan telah
orang-orang dari seluruh ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia adalah rumah keluarga saudagar terkaya
penjuru dunia... UNESCO. Dibangun menggunakan karang di Jeddah, dengan pohonnya yang paling
dari Laut Merah, bangunan-bangunan tua
terkenal. Sampai tahun 1920-an, pohon di
yang rapuh ini, yang sebagian memiliki lima samping Naseef House adalah satu-satunya
lantai, kebanyakan berasal dari awal abad pohon di Jeddah, sehingga penduduk
ke-20, meskipun gaya arsitekturnya jauh setempat menyebutnya “Rumah Pohon”.
lebih kuno. Perjalanan menyusuri lorong- Bagian menarik lainnya adalah teras
lorong sempit, yang didesain untuk atapnya yang menyuguhkan pemandangan
mereka sakit, mereka dirawat oleh dokter melindungi dari terik matahari padang Al Balad yang tak ada duanya.
asal Mesir, Suriah atau India.” Akulturasi pasir, akan membawa Anda ke balkon
yang unik ini menjadikan Jeddah ibu kota rawashan warna cokelat dan hijau dengan Peninggalan bersejarah lain yang direnovasi
budaya Arab Saudi. detail rumit pada dinding bercat putih adalah Masjid Al-Shafi’i, namanya diambil
yang telah pudar. Kisi-kisinya yang padat dari ulama masyhur itu, yang berlokasi
Festival Film Eropa dan Asia diadakan memungkinkan udara dingin masuk dan di dekat Naseef House. Saat direnovasi,
di sini, dan Februari lalu Jeddah menjadi menghalangi sinar matahari serta pandangan terungkap bahwa masjid bergaya arsitektur
tuan rumah Comic-Con pertama di Arab dari luar. Inilah contoh arsitektur karang Fatimiyah Mesir dengan kubah hijau yang
Saudi. Kota ini juga merupakan tuan rumah Laut Merah terbaik di dunia. menakjubkan ini dibangun pada masa Umar
salah satu pameran buku terbesar di Saudi. bin Khattab, khalifah Islam kedua. Namun
Bahkan, ada festival untuk merayakan Selain itu, dengan dikeluarkannya status dari dari semua ini, tak ada yang bisa menandingi
warisan budaya unik Jeddah yang dinamakan UNESCO dan anjuran dari berbagai pihak, daya tarik bazar tradisional terbesar di Arab
Atareek. Tahun ini, seniman lokal Abdullah Jeddah semakin bersolek. Hal ini terlihat Saudi, sekaligus pusat kota tua Jeddah, Souq
Al-Othman akan menyelimuti sebuah dari renovasi besar-besaran bangunan kuno Al Alawi. Jalan-jalan melewati pasar kuno ini
bangunan berusia 200 tahun dengan kertas di dekat Gerbang Utara Kota Tua. Naseef sungguh membangkitkan indra, dengan
timah, sebagai pengingat bagi warga Jeddah House, dengan balkon-balkon ukirnya, suara teriakan para pedagang menjajakan
© Howard Davies / Alamy Stock Photo 3
untuk selalu menghargai warisan budaya pernah ditempati pendiri negara Arab
mereka yang luar biasa. Saudi modern, Raja Abdul Aziz, yang
Saya suka Jeddah karena tinggal di sini setelah penaklukan tahun
keragaman budayanya. Kekayaan sejarah Jeddah 1925—sebagian orang menilai inilah alasan
Di sini Anda bisa bertemu Di Al-Balad, Kota Tua Jeddah, terdapat sebenarnya bangunan tersebut direnovasi.
Sebelum ditempati Raja, Naseef House
rumah-rumah tua yang indah dan telah
orang-orang dari seluruh ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia adalah rumah keluarga saudagar terkaya
penjuru dunia... UNESCO. Dibangun menggunakan karang di Jeddah, dengan pohonnya yang paling
dari Laut Merah, bangunan-bangunan tua
terkenal. Sampai tahun 1920-an, pohon di
yang rapuh ini, yang sebagian memiliki lima samping Naseef House adalah satu-satunya
lantai, kebanyakan berasal dari awal abad pohon di Jeddah, sehingga penduduk
ke-20, meskipun gaya arsitekturnya jauh setempat menyebutnya “Rumah Pohon”.
lebih kuno. Perjalanan menyusuri lorong- Bagian menarik lainnya adalah teras
lorong sempit, yang didesain untuk atapnya yang menyuguhkan pemandangan
mereka sakit, mereka dirawat oleh dokter melindungi dari terik matahari padang Al Balad yang tak ada duanya.
asal Mesir, Suriah atau India.” Akulturasi pasir, akan membawa Anda ke balkon
yang unik ini menjadikan Jeddah ibu kota rawashan warna cokelat dan hijau dengan Peninggalan bersejarah lain yang direnovasi
budaya Arab Saudi. detail rumit pada dinding bercat putih adalah Masjid Al-Shafi’i, namanya diambil
yang telah pudar. Kisi-kisinya yang padat dari ulama masyhur itu, yang berlokasi
Festival Film Eropa dan Asia diadakan memungkinkan udara dingin masuk dan di dekat Naseef House. Saat direnovasi,
di sini, dan Februari lalu Jeddah menjadi menghalangi sinar matahari serta pandangan terungkap bahwa masjid bergaya arsitektur
tuan rumah Comic-Con pertama di Arab dari luar. Inilah contoh arsitektur karang Fatimiyah Mesir dengan kubah hijau yang
Saudi. Kota ini juga merupakan tuan rumah Laut Merah terbaik di dunia. menakjubkan ini dibangun pada masa Umar
salah satu pameran buku terbesar di Saudi. bin Khattab, khalifah Islam kedua. Namun
Bahkan, ada festival untuk merayakan Selain itu, dengan dikeluarkannya status dari dari semua ini, tak ada yang bisa menandingi
warisan budaya unik Jeddah yang dinamakan UNESCO dan anjuran dari berbagai pihak, daya tarik bazar tradisional terbesar di Arab
Atareek. Tahun ini, seniman lokal Abdullah Jeddah semakin bersolek. Hal ini terlihat Saudi, sekaligus pusat kota tua Jeddah, Souq
Al-Othman akan menyelimuti sebuah dari renovasi besar-besaran bangunan kuno Al Alawi. Jalan-jalan melewati pasar kuno ini
bangunan berusia 200 tahun dengan kertas di dekat Gerbang Utara Kota Tua. Naseef sungguh membangkitkan indra, dengan
timah, sebagai pengingat bagi warga Jeddah House, dengan balkon-balkon ukirnya, suara teriakan para pedagang menjajakan

