Page 90
P. 90
88 Explore | Interview
Sudah sejak 10 tahun
terakhir, Eko tertarik
mengembangkan edukasi
untuk kesenian, khususnya
pendidikan seni dari
usia dini. Namun baru
di tahun 2015, ia berhasil
mendirikan Eko Nugroho
Art Class.
Eko Nugroho selalu menghargai sebuah kesenian, berarti kita berkesenian fokus pada anak dari usia tiga
terbuka dalam berkesenian. menghargai sebuah kehidupan,” ungkap tahun hingga 12 tahun karena di rentang
Baginya berkesenian itu pria yang lahir 40 tahun silam ini. usia tersebut mereka memiliki nilai
bermain dan fantasi yang sangat luas.
harus menyenangkan, Sering kali label yang menempel pada diri
mudah, membahagiakan seniman adalah bahwa mereka makhluk yang “Ruang-ruang seperti inilah yang kerap tidak
cenderung soliter. Bagi Eko di sinilah letak
didapatkan anak-anak di sekolah biasa. Oleh
dan tidak terbatas. keunikan seniman. “Menurut saya seniman karena itu kami juga menyediakan workshop
begitu istimewa karena bagaimanapun juga untuk guru-guru sekolah. Kami memberikan
Perupa kontemporer yang tinggal di menciptakan sebuah karya membutuhkan gambaran-gambaran terbuka tentang
Yogyakarta ini lantang menyuarakan ruang-ruang kontemplasi yang sangat intim dinamika berkesenian dan fokus pada
permasalahan dalam masyarakat dan melontar dan ruang kesendirian yang sangat personal seni rupa itu sendiri,” bebernya.
kritik sosial melalui karya-karya dalam juga. Karena memang mengolah rasa,
berbagai format. Mulai dari mural, instalasi, pikiran, ide itu memang tidak bisa Seabrek proyek sedang ia persiapkan saat
video hingga bordir. Meski begitu, Eko pun digabungkan dengan banyak hal, apalagi ini. Beberapa di antaranya adalah proyek
tampak luwes “bergaul” melintas seni dan banyak orang atau banyak pikiran.” untuk Okunoto Triennale di Kota Suzu,
medium. Ia sempat berkolaborasi dengan Jepang. Proyek ini merupakan Triennale
nama-nama besar di industri fashion, salah Eko sendiri memilih untuk mengibaratkan pertama di kota tersebut. Ia harus
satunya Louis Vuitton, dan turut terlibat dirinya sebagai orang yang berkesenian tapi merespons sebuah stasiun yang jalur
dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. bermasyarakat dalam kehidupan kampung. keretanya sudah tidak dipergunakan lagi.
“Justru kehidupan di kampung ini yang “Saya menggabungkan memori tentang
Ia pun baru-baru ini membawa Wayang Bocor mendidik saya berkembang dengan sistem jalur kereta yang pernah dibuat oleh
untuk tur di Amerika Serikat (AS), tepatnya yang sangat sosial dan komunikatif,” terangnya. Jepang di Indonesia, yakni Saketi-Bayah.
di North Carolina dan New York. Wayang Itu pula yang ia lakukan jika sedang tidak Selain itu Eko juga tengah terlibat dalam
Bocor merupakan ide Eko yang muncul di melukis. Ia bersepeda blusukan ke kampung- proyek berbasis lingkungan, yaitu membuat
tahun 2007. Ia melibatkan seniman-seniman kampung. “Saya suka sekali mengeksplorasi karya dengan memanfaatkan sampah-
lintas disiplin dan berbagai medium untuk tempat dan kesenian tradisional. Keluar sampah di pantai-pantai Bali.
mementaskan sebuah pertunjukan tentang dari rumah dan menikmati apa yang ada
kegelisahan-kegelisahan di Indonesia saat di luar, bersosialisasi, bertemu orang dan Jika Anda berpikir bahwa seorang Eko
ini. Setelah direspon positif oleh publik AS, mengunjungi teman lama,” tambah Eko Nugroho sudah begitu sibuk menelurkan
Wayang Bocor juga akan dipresentasikan yang baru saja membangun studio kerja ini. karya dan mengurus kelas edukasinya,
di Yogyakarta, Jakarta dan Riau. Anda keliru. Semangat berkarya seolah
Sudah sejak 10 tahun terakhir, Eko tertarik tak pernah surut. “Masih banyak ide-ide
“Seniman itu seharusnya adalah sosok yang mengembangkan edukasi untuk kesenian, lain di kepala saya dan saya berterima
sangat fleksibel karena kesenian itu cair, bisa khususnya pendidikan seni dari usia dini. kasih kepada seluruh tim yang sudah
masuk ke ranah apa pun. Baik itu masyarakat, Namun baru di tahun 2015, ia berhasil mewujudkan proyek yang lahir dari ide-ide
perekonomian, pemerintahan, politik dan mendirikan Eko Nugroho Art Class. saya sebelumnya. Dan dengan banyak terlibat
masih banyak lagi. Kesenian itu adalah Sebuah wadah edukatif untuk dengan anak-anak muda, energi mereka
kehidupan sendiri. Jadi, selama kita bisa mengembangkan kreativitas adalah energi positif bagi saya,” imbuhnya.
Sudah sejak 10 tahun
terakhir, Eko tertarik
mengembangkan edukasi
untuk kesenian, khususnya
pendidikan seni dari
usia dini. Namun baru
di tahun 2015, ia berhasil
mendirikan Eko Nugroho
Art Class.
Eko Nugroho selalu menghargai sebuah kesenian, berarti kita berkesenian fokus pada anak dari usia tiga
terbuka dalam berkesenian. menghargai sebuah kehidupan,” ungkap tahun hingga 12 tahun karena di rentang
Baginya berkesenian itu pria yang lahir 40 tahun silam ini. usia tersebut mereka memiliki nilai
bermain dan fantasi yang sangat luas.
harus menyenangkan, Sering kali label yang menempel pada diri
mudah, membahagiakan seniman adalah bahwa mereka makhluk yang “Ruang-ruang seperti inilah yang kerap tidak
cenderung soliter. Bagi Eko di sinilah letak
didapatkan anak-anak di sekolah biasa. Oleh
dan tidak terbatas. keunikan seniman. “Menurut saya seniman karena itu kami juga menyediakan workshop
begitu istimewa karena bagaimanapun juga untuk guru-guru sekolah. Kami memberikan
Perupa kontemporer yang tinggal di menciptakan sebuah karya membutuhkan gambaran-gambaran terbuka tentang
Yogyakarta ini lantang menyuarakan ruang-ruang kontemplasi yang sangat intim dinamika berkesenian dan fokus pada
permasalahan dalam masyarakat dan melontar dan ruang kesendirian yang sangat personal seni rupa itu sendiri,” bebernya.
kritik sosial melalui karya-karya dalam juga. Karena memang mengolah rasa,
berbagai format. Mulai dari mural, instalasi, pikiran, ide itu memang tidak bisa Seabrek proyek sedang ia persiapkan saat
video hingga bordir. Meski begitu, Eko pun digabungkan dengan banyak hal, apalagi ini. Beberapa di antaranya adalah proyek
tampak luwes “bergaul” melintas seni dan banyak orang atau banyak pikiran.” untuk Okunoto Triennale di Kota Suzu,
medium. Ia sempat berkolaborasi dengan Jepang. Proyek ini merupakan Triennale
nama-nama besar di industri fashion, salah Eko sendiri memilih untuk mengibaratkan pertama di kota tersebut. Ia harus
satunya Louis Vuitton, dan turut terlibat dirinya sebagai orang yang berkesenian tapi merespons sebuah stasiun yang jalur
dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. bermasyarakat dalam kehidupan kampung. keretanya sudah tidak dipergunakan lagi.
“Justru kehidupan di kampung ini yang “Saya menggabungkan memori tentang
Ia pun baru-baru ini membawa Wayang Bocor mendidik saya berkembang dengan sistem jalur kereta yang pernah dibuat oleh
untuk tur di Amerika Serikat (AS), tepatnya yang sangat sosial dan komunikatif,” terangnya. Jepang di Indonesia, yakni Saketi-Bayah.
di North Carolina dan New York. Wayang Itu pula yang ia lakukan jika sedang tidak Selain itu Eko juga tengah terlibat dalam
Bocor merupakan ide Eko yang muncul di melukis. Ia bersepeda blusukan ke kampung- proyek berbasis lingkungan, yaitu membuat
tahun 2007. Ia melibatkan seniman-seniman kampung. “Saya suka sekali mengeksplorasi karya dengan memanfaatkan sampah-
lintas disiplin dan berbagai medium untuk tempat dan kesenian tradisional. Keluar sampah di pantai-pantai Bali.
mementaskan sebuah pertunjukan tentang dari rumah dan menikmati apa yang ada
kegelisahan-kegelisahan di Indonesia saat di luar, bersosialisasi, bertemu orang dan Jika Anda berpikir bahwa seorang Eko
ini. Setelah direspon positif oleh publik AS, mengunjungi teman lama,” tambah Eko Nugroho sudah begitu sibuk menelurkan
Wayang Bocor juga akan dipresentasikan yang baru saja membangun studio kerja ini. karya dan mengurus kelas edukasinya,
di Yogyakarta, Jakarta dan Riau. Anda keliru. Semangat berkarya seolah
Sudah sejak 10 tahun terakhir, Eko tertarik tak pernah surut. “Masih banyak ide-ide
“Seniman itu seharusnya adalah sosok yang mengembangkan edukasi untuk kesenian, lain di kepala saya dan saya berterima
sangat fleksibel karena kesenian itu cair, bisa khususnya pendidikan seni dari usia dini. kasih kepada seluruh tim yang sudah
masuk ke ranah apa pun. Baik itu masyarakat, Namun baru di tahun 2015, ia berhasil mewujudkan proyek yang lahir dari ide-ide
perekonomian, pemerintahan, politik dan mendirikan Eko Nugroho Art Class. saya sebelumnya. Dan dengan banyak terlibat
masih banyak lagi. Kesenian itu adalah Sebuah wadah edukatif untuk dengan anak-anak muda, energi mereka
kehidupan sendiri. Jadi, selama kita bisa mengembangkan kreativitas adalah energi positif bagi saya,” imbuhnya.

