Page 85
P. 85
Explore | Flavours 83
Ketika Nusantara mulai melakukan perdagangan dengan
© Riki Risnandar PhotoPro / Shutterstock berbagai negeri di seberang lautan, seperti Arab, India, Tiongkok
dan Eropa, para pedagang tersebut tidak hanya membawa barang
dagangan mereka namun juga budaya dan kekayaan kuliner
dari negeri mereka.
2
3
1 Kedai Kopi Tak Kie, in Gang Gloria.
2 Martabak asin is the savoury counterpart
of martabak manis.
3 Martabak manis is often topped with cheese,
chocolate or peanuts.
Bila ada yang bertanya pedagang dari negeri Tak hanya menyerap kekayaan bumbu populer sebagai martabak manis. Terbuat
manakah yang paling banyak memengaruhi Nusantara, orang-orang Tionghoa juga dari adonan tepung, telur dan gula, Hok Lo
kekayaan kuliner Indonesia, maka perantau membawa angin segar bagi kuliner lokal Pan berbentuk bulat mengikuti bentuk
dari negeri Tiongkok adalah jawabannya. dengan memperkenalkan teknik-teknik bulan. Saat warga Tionghoa di Pulau Bangka
masak baru, seperti memanggang (zhi), menemukan Hok Lo Pan, mereka tak pernah
Para perantau ini menyebut Nusantara saat mengukus (zhẻng), menumis (fān chāo), menyangka kalau nantinya kue dengan
itu dengan sebutan “nan yang” yang dalam merebus perlahan (dùn), memasak dengan adonan manis itu akan dikenal luas di
literasi mereka berarti ‘lautan selatan’. kecap (hui), dan menggoreng cepat (chāo). seluruh Indonesia dan bahkan dianggap
Sebutan ini menandakan bahwa kawasan sejenis dengan martabak dari India yang
strategis ini dianggap menjanjikan, baik dari Uniknya, perpaduan masakan ini melahirkan populer lebih dulu.
segi ekonomi maupun politik. Masuknya menu-menu Tiongkok dengan cita rasa baru
para perantau ini tak hanya mengusung misi yang bahkan belum pernah ada di negeri Hok Lo Pan yang berarti ‘kue orang Hok Lo’
politik dan ekonomi, tapi juga berpengaruh asalnya. Lontong Cap Go Meh contohnya, ini kemudian merambah ke daerah lain di
pada urusan dapur. Bahan-bahan makanan tak akan ditemui di Tiongkok. Meski Indonesia dengan beragam nama, seperti
yang dibawa harus beradaptasi dengan menu sejarahnya tak diketahui, namun diyakini kue terang bulan, martabak manis, dan kue
setempat yang memiliki karakter berbeda. bahwa kehadiran lontong Cap Go Meh di Bandung. Entah petuah dari mana, pedagang
Indonesia tak jauh berbeda usianya dengan pun tak bisa menjual makanan ini secara
Cukup banyak makanan asli Tiongkok yang kehadiran para perantau Tionghoa. terpisah. Seperti layaknya kepercayaan negeri
dibawa masuk ke Nusantara untuk kemudian Tiongkok untuk pentingnya keseimbangan
mengalami evolusi akibat penggunaan Lontong sendiri disinyalir memiliki hubungan dalam segala hal kehidupan, maka para
bumbu-bumbu lokal dan penyesuaian kuat dengan bakcang yang pembuatannya pedagang martabak manis juga menjual
dengan adat setempat. Nasi goreng yang dikenal terlebih dahulu di Tiongkok. Bentuk martabak telur yang memiliki cita rasa asin.
awalnya hanya cara orang Tionghoa untuk lontong yang bulat awalnya disesuaikan dengan
mengolah sisa nasi agar tak terbuang sia-sia, bentuk bulan, mengacu pada kata “Cap Go Di Jakarta, Martabak AA yang berlokasi di
justru menjadi tenar saat beradaptasi dengan Meh” yang berarti ‘malam ke-15’ sebagai Setiabudi adalah kedai yang direkomendasikan
bumbu-bumbu Indonesia. malam terbitnya bulan purnama. Memandang untuk mencicipi martabak telor. Sedangkan
bulan sebagai wujud yang luhur memang Martabak 65A di kawasan Pecenongan adalah
Bawang putih, cabai dan merica yang menjadi bagian dari tradisi orang Tionghoa. tempat terbaik untuk mencicipi berbagai
menjadi bumbu utama di Tiongkok varian rasa martabak manis.
kemudian diperkaya dengan bumbu lokal, Selain menginspirasi lahirnya lontong,
seperti kunyit, bawang merah, kemiri, bentuk bulan juga menginspirasi orang- Kuliner Tiongkok lainnya yang juga disinyalir
kencur, daun salam, daun pandan, terasi orang rantau yang berdiam di Pulau Bangka memiliki pengaruh dari Barat bahkan
dan lain-lain khas negeri tropis. dengan menciptakan Hok Lo Pan atau sebelum masuk ke Nusantara antara lain
Ketika Nusantara mulai melakukan perdagangan dengan
© Riki Risnandar PhotoPro / Shutterstock berbagai negeri di seberang lautan, seperti Arab, India, Tiongkok
dan Eropa, para pedagang tersebut tidak hanya membawa barang
dagangan mereka namun juga budaya dan kekayaan kuliner
dari negeri mereka.
2
3
1 Kedai Kopi Tak Kie, in Gang Gloria.
2 Martabak asin is the savoury counterpart
of martabak manis.
3 Martabak manis is often topped with cheese,
chocolate or peanuts.
Bila ada yang bertanya pedagang dari negeri Tak hanya menyerap kekayaan bumbu populer sebagai martabak manis. Terbuat
manakah yang paling banyak memengaruhi Nusantara, orang-orang Tionghoa juga dari adonan tepung, telur dan gula, Hok Lo
kekayaan kuliner Indonesia, maka perantau membawa angin segar bagi kuliner lokal Pan berbentuk bulat mengikuti bentuk
dari negeri Tiongkok adalah jawabannya. dengan memperkenalkan teknik-teknik bulan. Saat warga Tionghoa di Pulau Bangka
masak baru, seperti memanggang (zhi), menemukan Hok Lo Pan, mereka tak pernah
Para perantau ini menyebut Nusantara saat mengukus (zhẻng), menumis (fān chāo), menyangka kalau nantinya kue dengan
itu dengan sebutan “nan yang” yang dalam merebus perlahan (dùn), memasak dengan adonan manis itu akan dikenal luas di
literasi mereka berarti ‘lautan selatan’. kecap (hui), dan menggoreng cepat (chāo). seluruh Indonesia dan bahkan dianggap
Sebutan ini menandakan bahwa kawasan sejenis dengan martabak dari India yang
strategis ini dianggap menjanjikan, baik dari Uniknya, perpaduan masakan ini melahirkan populer lebih dulu.
segi ekonomi maupun politik. Masuknya menu-menu Tiongkok dengan cita rasa baru
para perantau ini tak hanya mengusung misi yang bahkan belum pernah ada di negeri Hok Lo Pan yang berarti ‘kue orang Hok Lo’
politik dan ekonomi, tapi juga berpengaruh asalnya. Lontong Cap Go Meh contohnya, ini kemudian merambah ke daerah lain di
pada urusan dapur. Bahan-bahan makanan tak akan ditemui di Tiongkok. Meski Indonesia dengan beragam nama, seperti
yang dibawa harus beradaptasi dengan menu sejarahnya tak diketahui, namun diyakini kue terang bulan, martabak manis, dan kue
setempat yang memiliki karakter berbeda. bahwa kehadiran lontong Cap Go Meh di Bandung. Entah petuah dari mana, pedagang
Indonesia tak jauh berbeda usianya dengan pun tak bisa menjual makanan ini secara
Cukup banyak makanan asli Tiongkok yang kehadiran para perantau Tionghoa. terpisah. Seperti layaknya kepercayaan negeri
dibawa masuk ke Nusantara untuk kemudian Tiongkok untuk pentingnya keseimbangan
mengalami evolusi akibat penggunaan Lontong sendiri disinyalir memiliki hubungan dalam segala hal kehidupan, maka para
bumbu-bumbu lokal dan penyesuaian kuat dengan bakcang yang pembuatannya pedagang martabak manis juga menjual
dengan adat setempat. Nasi goreng yang dikenal terlebih dahulu di Tiongkok. Bentuk martabak telur yang memiliki cita rasa asin.
awalnya hanya cara orang Tionghoa untuk lontong yang bulat awalnya disesuaikan dengan
mengolah sisa nasi agar tak terbuang sia-sia, bentuk bulan, mengacu pada kata “Cap Go Di Jakarta, Martabak AA yang berlokasi di
justru menjadi tenar saat beradaptasi dengan Meh” yang berarti ‘malam ke-15’ sebagai Setiabudi adalah kedai yang direkomendasikan
bumbu-bumbu Indonesia. malam terbitnya bulan purnama. Memandang untuk mencicipi martabak telor. Sedangkan
bulan sebagai wujud yang luhur memang Martabak 65A di kawasan Pecenongan adalah
Bawang putih, cabai dan merica yang menjadi bagian dari tradisi orang Tionghoa. tempat terbaik untuk mencicipi berbagai
menjadi bumbu utama di Tiongkok varian rasa martabak manis.
kemudian diperkaya dengan bumbu lokal, Selain menginspirasi lahirnya lontong,
seperti kunyit, bawang merah, kemiri, bentuk bulan juga menginspirasi orang- Kuliner Tiongkok lainnya yang juga disinyalir
kencur, daun salam, daun pandan, terasi orang rantau yang berdiam di Pulau Bangka memiliki pengaruh dari Barat bahkan
dan lain-lain khas negeri tropis. dengan menciptakan Hok Lo Pan atau sebelum masuk ke Nusantara antara lain

